BERKUBANG LUMPUR DI BAWAH KHATULISTIWA (Part 1)


Penyeberangan Kapal Feri Gorontalo-Pagimana

TKG Suluttenggo  – Persiapan yang seadanya disertai kemauan yang kuat membawa Tim Kaki Gatal (TKG) memuluskan niatnya untuk menelusuri bumi di bawah khatulistiwa Indonesia.  Dengan beberapa potong baju, fresh money, dan sandal eiger plus tiket taksi Manado-Gorontalo, petualanganpun dimulai.

Satu kali saja, untuk singgah mengisi perut yang keroncongan dengan menu ikan baker khas Sulawesi Utara di restoran pinggiran pantai yang disuguhi pemandangan pulau berpasir putih.  Tidak jelas nama pulau itu bahkan nama restoran tempat kami makan inipun, kami lupa alias tidak sempat mencatat namanya.

Ada rasa keraguan, rasa ingin tahu seperti apa Gorontalo itu? Masyarakatnya, kotanya, dan yang terpenting suasana di pelabuhan kapal Feri Gorontalo-Pagimana yang segera akan kami datangi.

Tidak ada hal-hal yang mengusik atau mengganggu kenyamanan kami, dan ternyata pelabuhan feri aman dari calo-calo, copet dan lainnya.  Membeli beberapa bungkus rokok, beli tiket kapal feri, selanjutnya kamipun meluncur menapaki tangga-tangga memasuki kapal feri yang menurut kami bersih dan nyaman itu.

Kami memerikasa beberapa kursi yang kosong, dan ternyata sudah terisi penuh (full).  Akhirnya memutuskan untuk menuju deck paling atas sambil memandangi pelabuhan Gorontalo di saat sore menjelang malam hari itu.

Tiba-tiba seorang anak kecil menghampiri ,”kardus..kardus…untuk alas tempat tidur,”katanya , yang langsung kami sambar 2 lembar untuk lima ribu perak saja.

Hari mulai malam dan malam itupun benar-benar datang, disaat kardus-kardus kami gelar dan atur rapi sebagai tempat tidur, berbaring di atas kardus sambil merasakan kapal feri berputar mengarahkan kepalanya ke laut lepas, membelakangi kota Gorotalo dan siap melepas.

Kepala kami sandarkan di atas ransel ke arah biduk kapal  dan kaki kami membujur mengarah ke “pantat kapal”, hingga sesekali mata berrkedip menikmati malam meninggalkan kota pelabuhan yang berpenduduk mendekati 200 ribu jiwa itu.

Sembari kapal beranjak, terlihat sayup-sayup lampu satu per satu mulai dinyalakan hingga hampir seluruhnya menyala dan hilang tak berbekas ketika kapal sudah berlayar memasuki teluk Tomini.  Teluk penuh misteri, kekayaan alam dan bumi.

Tidak lama berselang hujan gerimis datang, dan kami sepakat tidak akan beranjak sebelum hujan lebat datang.  Tidur beralas kardus dan di bawah gerimis hujan, menggelitik kulit dan muka kami, namun apa daya hujan keras datang jua, “ayo…ayo cepat cepat awas tas basah!,” ujar salah satu rekan, menyadarkan kami bahwa kita tidak bisa (mampu) melawan kehendak Tuhan.

Sontak suasana di bawah, sesak, padat dijubeli ratusan penumpang yang menghindar dari curah hujan, yang ternyata hanya 30 menit, itu saja.  Kamipun memutuskan untuk kembali ke atas deck, untuk melanjutkan angan-angan melihat bintang.  Saat muncul di pintu kabin itu, kerlip bintang langsung menyapa kami.

Sambil memandang bintang dan menyerup dua gelas kopi buatan ABK, kami berandai-andai, “apa sekiranya yang terjadi jika kami sudah sampai di Pagimana?.”  Tanpa sadar mata tertutup dan terlelap dibalut dinginnya embun malam hingga hangatnya sinar mentari membangunkan kami bahwa kapal Feri segera merapat di pelabuhan Pagimana

“Hai Pagimana…bisakah Kapal ini lebih cepat merapat, untuk mengisi perut yang sudah keroncongan ini?,” pikir kami (to be continued..). (TKG/C1).

5 Tanggapan

  1. ini kisahnya siapa??
    ko’ nama anggota TKG-nya tdk lgs diperkenalkan…

  2. yang nanya ini juga siapa ya…. soalnya nama aza gak jelas pake luv..luv sagala atuch……

  3. TKG ini jangan-jangan penggagum arcimedes…hehe

  4. yang pasti mereka semua itu, advent…

    maksunya…Adventure…;)

  5. Mau bertanya sobat. berapa jam perjalanan dari pagimana ke sorowako (sulsel)..N adakah kendaran menuju sorowako tanpa nyambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: