Keperawanan Diharga Satu Juta


Situasi Remang-remang di Pusat Kota Manado (foto suluttenggo/stc)

Manado Suluttenggo – Gadis belia belasan tahun, berkulit putih bersih, bibir merah , montok, cantik dan bermata lentik, terpaksa menawarkan yang paling berharga dari dirinya di seputaran pusat kota Manado, kawasan pasar 45.  Ini bukan sandiwara, kejadian ini berwal dari investigasi tim suluttenggo di remang-remang malam kawasan pasar 45, kota Manado

Sekitar 15 menit duduk dan memantau situasi, tiba-tiba tim suluttenggo dikejutkan dengan suara pembicaraan salah satu penjual dengan seorang cewek yang masih muda belia.

kiapa so ngana harus terjun di dunia babagini, kong ngana bilang satu juta.  Ngana do…pe gagah, kong bilang masih perawan lagi,” ujar ibu penjual yang mempertanyakan keputusan gadis belia ini (sebut saja mawar) untuk mejual keperawanannya, yang diharga dengan satu juta rupiah.

kita kwa tanta, butuh doi…kalau nda, kita le nimau, no…,” ujar mawar menyatakan bahwa kalaubukan karena uang dia tidak akan menjual keperawananya.

Mendengar pembicaraan tersebut salah satu tim suluttenggo mendekat dan langsung bertanya kepada mawar,” betul-betul ini, cewe?,” jawabnya,”Iyo..cowo, kalau nga na mau satu juta boleh, no…!,” ujarnya lugas, kalau memiliki uang satu juta, dirinya bisa di bawa kemana  saja.

Darah langsung berdesir, sambil melihat perawakan tubuh mawar yang kira-kira duduk di kelas satu SMA atau bahkan kelas tida SMP ini.  Namun lamunan langsung sirna mengingat ini merupakan tugas memantau kehidupan malam di kota Manado.

kong kiapa ngana harus jual, soapa tidak sayang? ngana pe masa depan khan..masih panjang?,” lanjut tim.  ” Kita so terlanjur bergaul deng teman-teman di sini, dong pe karja samua bagitu, kong sekarng kita so abis akang doi…kalau ada satu juta , bawa jo pa kita,” tegas mawar menawarkan kembali ke tim suluttenggo.

Dengan polos tim  mengatakan ,”kita nda ada doi cewe.., mar ngana pikir dulu jo bae-bae no,” ujar tim mengarahkan.

Hingga setengah jam, tim memperhatikan gelagat mawar dan teman-temannya yang mencoba menawarkan dirinya dan bahkan sudah satu jam berlalu, beberapa pria hidung belang terlihat mendekati, namun semua yang mendekat belum ada yang deal (setuju).

Akhirnya tim beranjak dan bergerak untuk memantau daerah lain, sisi dunia malam di kota Manado.  Ditengah jalan salah satu anggota tim berkata,”bagaimana e…so jual yang paling berharga, le…bulum juga laku-laku!,” kelakarnya yang bermaksud mawar telah menjual yang paling berharga dari dirinya tapi belum ada yang mampu membayarnya. (C)

5 Tanggapan

  1. ini jualan berita atau jualan cewe sich?

    • itu bkan jualan tpi itu realita…kehisdupan kota yg multi sdimensi….

  2. sunguh malang nasipnya….. wahai kau kupu2 malam

  3. ini benar2 merendahkan kaum wanita, seno…

  4. memang dimana ini?
    masa lei mo buka segel bataria di jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: