The Tao of Physic : Tarian Agung Energi Kosmis


Penggalan kalimat Fritjof Capra (create stc)

Suluttenggo – seorang ilmuan terkenal di bidang ilmu fisika modern, Fritjop Capra, menuliskan penghayatnnya atas kejadian dalam buku,” The Tao of Physic,” yang isinya seperti di bawah ini :

“Ketika Saya duduk di tepi Samudera pada suatu senja di musim panas, memandang gelombang yang bergulung-gulung dan merasakan irama pernafasan saya, tiba-tiba saya menjadi sadar bahwa diri saya dan seluruh alam sekitar sedang terlibat dalam suatu tarian agung kosmis.

Sebagai ahli fisika, saya tahu bahwa pasir, batu dan karang, air dan udara sekeliling, tersusun dari molekul-molekul dan debu-debu yang bergetar yang di dalamnya terdiri atas pertikel-pertikel kecil yang saling berinteraksi dalam irama saling membentuk dan menghancurkan satu dengan lainnya.

Saya juga tahu bahwa atmosfir bumi tidak henti-hentinya dibombardir oleh percikan partikel sinar kosmis dengan energi tinggi yang menyebabkan tabrakan-tabrakan berangkai pada waktu menerobos ke udara.  semua itu tidak asing lagi bagi saya dalam penelitian energi tinggi (high energy physics) tetapi sampai saat ini, saya hanya mengalami melalui grafik, diagram, dan teori-teori matematika.

Baru setelah pengalaman saya di atas, saya melihat bahwa telah terjadi air terjun energi yang datang dari angkasa luar, di mana partikel-partikel dalam suatu irama seperti pulsa saling menciptakan dan menghancurkan.  Saya tidak saja melihat atom-atom tersebut, melainkan juga atom-atom dalam tubuh saya yang sedang ikut berpartipasipasi dalam tarian agung energi kosmis.

Saya sekarang mendengar suaranya dan sekarang ini saya tahu bahwa semua itu adalah tarian Syiwa, dewa penari yang dipuja oleh penganut kepercayaan Hindu.

Saya telah mengalami pendidikan yang lama di bidang fisika teoritikal dan telah melakukan penelitian. Pada asaat bersamaan telah tmbuh minat saya pada ilmu kebatinan dari timur dan melihat kesamaannya dengan fisika modern.

Secara khusus saya sangat suka dengan teka-teki (koan), yang dipakai dalam Zen, yang mengingatkan saya kepada teka-teki dalam teori kuantum.  Sekarang menjadi jelas bagi saya, mengapa dalam 20 tahun terakhir ini telah tumbuh minat yang besar di dunia barat terhadap kebatinan di dunia timur, yang sebenarnya merupakan usaha untuk mengembalikan keadaan tidak seeimbang di masyarakat barat yang tampak menyolok, dalam pikiran dan perasaan, sistim nilai dan tindak tandu, struktur sosial dan politik.

Saya telah menemukan terminologi yang tepat, yaitu YIN dan YANG untuk menguraikan ketimpangan yang terjadi.  Budaya kita terlampau bersifat jantan (maskulin), dan YANG telah mengabaikan pasangan pelengkapnya yaitu betina (feminim) atau YIN.

Kita lebih mengutamakan pengakuan diri ketimbang integrasi, analisis ketimbang sintesa, pengetahuan rasional ketimbang kebijakan intuitif, ilmu pengetahuan ketimbang kebatinan, persaingan ketimbang kerjasama, ekspansi ketimbang pemeliharaan dan lainnya.

Pertumbuhan yang sepihak ini telah mencapai titik lampu kuning berupa krisis sosial, ekologi dan moral.  Karenanya dengan meminjam istilah Cina, dapat dikatakan bahwa unsur YANG telah mencapai klimaksnya dan kembali ke arah YIN.

Dua puluh tahun belakangan ini telah melahirkan serangkaian gerakan yang pola dasarnya menuju ke arah yang sama.  Orang mulai menyadari pentingnya pelestarian lingkungan (ekologi), semakin menguatkan kepercayaan kepada ilmu kebatinan.  Gerakan kesadaran kaum feminim, penemuan kembali pendekatan holistik di bidang pengobatan.  Semua ini merupakan arus balik terhadap penekanan-penekanan, berlebihan atas rasionalisme, sikap maskulin yang dominan dan mencoba mendapatkan keseimbangannya sebagai mahluk alamiah.

Transformasi budaya ini tak lain adalah suatu usaha utuk mencari harmoni ilmu fisika modern dan ilmu kebatinan timur dan mengarah pada lahirnya pandangan nilai-nilai, persepsi-persepsi dan pemikiran-pemikiran baru.

Dari sudut inilah harus dipandang bahwa hubungan antara fisika modern dan ilmu kebatinan tidak hanya menarik, melainkan juga sangat penting, karena selama ini hasil-hasil yang dicapai ilmu fisika modern pada akhirnya hanya akan menghadapkan kita pada dua pilihan, yaitu : Budha atau bom, dan terserah pada kita sebagai ilmuan untuk memilih yang mana.”

Fritjof Capra, Ilmuan terkenal di bidang Fisika Modern.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: