Peranan Media Massa Dalam Proses Pembangunan


Opini suluttenggo – Sebagaiamana diketahui bahwa rakyat terbanyak di negara berkembang adalah rakyat bekas penjajahan.  Mental masyarakat kita banyak menjurus kepada sikap tidak berdaya (powerlessness) sebagai akibat penjajahan yang berabad-abad.

Disamping itu, negara berkembang termasuk negara (bekas) feodal dan otoriter, sehingga dari dua segi ini maka sikap tak berdayanya lebih tersebar.  Kelompok tak berdaya ini terutama terdapat pada kelompok sosial dengan penghasilan rendah dan pendidikan rendah (Richard P. Nielson).

walaupun demikian orang-orang yang bersikap “tidak berdaya” pada golongan sosial dengan pendapatan atau pendidikan tinggi-pun, tidak berbeda dalam hal perilakunya dengan pihak “tak berdaya”di lingkungan sosial berpendapatan rendah.

Ditinjau dari segi ini, maka ternyata pula bahwa sejalan dengan proses sosialisasi politik dari komunikasi, juga dalam proses pembangunan keluarga dan pressure group merupakan kelompok yang sangat menentukan.

Negara berkembang biasanya memiliki masyarakat tradisional dan bersikap lebih menitikberatkan orientasi sosial daripada orientasi konsep.  Masyarakat tradisional kurang mendidik anggota masyarakatnya untuk berdikari. Akibatnya pekerjaan pembangunan yang harus melibatkan orang banyak akhirnya hanya dikerjakan oleh segelintir orang (jumlah yang kecil).

Inilah sebabnya secara politis dampak dari mental tradisional yang kurang mampu untuk berdikari, sehingga pembangunan mengarah kepada terkonsentrasinya kekuasaan dan wewenang pada pejabat dan lembaga yang langsung terlibat dalam penentuan pembangunan negara.

Ditinjau dari segi ini maka tugas media massa adalah :
1.  Mendidik masyarakat untuk lebih berorientasi kepada berdikari ; 2. Mendidik masyarakat biasa, berpikir dalam lingkup sosial yang lebih luas   dari pada kelompok  sosial kecilnya. 3. Mendidik masyarakat akan tugas sosialnya sebagai warga negara suatu   bangsa. (Dr.phil Astrid S. Susanto).

Jelaslah terlihat bahwa demokrasi saja yang tercantum dalam UUD sebagian negara-negara modern, tidak mencukupi untuk menjadi jaminan kelangsungan hidup demokrasi secara nyata.

Karena publistik justru bergerak dalam bidang mental, maka publistik-lah yang merujuk kepada harapan pemupukan dan pemeliharaan dari suatu jiwa demokrasi dalam kehidupan masyarakat.

Memang benar pendidikan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi mempunyai pengaruh yang besar untuk masa depan suatu masyarakat, akan tetapi pengaruh serta akibatnya tidaklah sebesar, seluas, secepat dan sedalam pengaruh media massa.

dan di abad 21 di mana masyarakat yang lebih bersifat plural memerlukan orang-orang yang mampu berdikari dan mempunyai daya kreasi.  hanya dengan sikap demikian yang dimiliki sebagian besar masyarakat, demokrasi suatu negara akan terjamin. (*)

Orientasi Sosial     :  Menitikberatkan pada ikatan sosial demi keserasian hidup.

Orientasi Konsep :  Sikap menentukan tujuan hidup dan kebiasaan melihat adanya lebih dari satu masalah dan kepentinganindividu.  Sikap ini menerima adanya perbedaan pendapat tetapi bisa mentoleransi dan mengatasinya secara harmonis dan positif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: