Orang Tua dan Marinir Muda


Ilustrasi kakek Tua (pic. cholisnoerahmadi.blogspot.com)

Motivasi  suluttenggo – seringkali kita sulit membantu orang yang tidak kita kenal, tapi intinya permasalahannya adalah, apakah kita mau membantu atau tidak.  Mungkin kisah ini bisa menjadi pelajaran bagi kita dalam hal membantu orang lain.

Seorang perawat yang tampaknya sudah kelelahan sambil membereskan tempat tidur pasiennya, mengatakan,”Anakmu di sini,” katanya pada pasiennya yang ternyata seorang yang sudah tua. Dia harus mengulang kata-kata beberapa kali sebelum pasien tersebut membuka matanya.

Di bawah pengaruh obat penenang untuk mengobati rasa sakit serangan jantung si pasien, ia samar-samar melihat seorang pemuda yang berseragam marinir di sampingnya,ia-pun mengulurkan tangan. Si pemuda tadi langsung meremas jari orang tua sebagai pesan cinta dan dorongan terhadap pasien.

Si perawat, akhirnya memberikan kursi sehingga marinir muda bisa duduk di samping tempat tidur. Sepanjang malam marinir muda duduk di bangsal, memegang tangan orang tua itu, dan menawarkan padanya kata-kata cinta dan kekuatan. Sesekali, perawat menyarankan agar si pemuda pergi dulu untuk beristirahat sebentar.

Tetapi ia selalu menolak setiap kali perawat datang ke bangsal dan menyuruhnya untuk istirahat. Ditengah malam terdengar olehnya suara-suara suasana malam di rumah sakit, dentingan tabung oksigen, tangisan dan rintihan pasien lain namun dia hanya berucap dengan lembut memberikan dorongan, namun si pasien tak pernah mendegar, pasien itu hanya memegang erat-erat saja tangannya hingga sang fajar-pun tiba dan orang tua itu-pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Marinir muda langsung melaporkan bahwa kakek sudah meninggal.  Setiba-nya perawat di ruangan ia memberikan kata-kata simpati turut berbela sungkawa.  Tapi sang marinir memotong pembicaraan,”Siapa orang tua ini?,” tanyanya.

Perawat itu, terkejut,” dia ayahmu,” jawabnya.
“Tidak, bukan dia,” jawab Marinir muda.  ” saya belum pernah melihat dia sebelumnya dalam hidup saya,” marinir menambahkan.

“Lalu kenapa kau tidak mengatakan ketika saya membawa Anda padanya?” tanya perawat

Jawab Marinir muda,”Saya langsung tahu telah terjadi kesalahan, tapi aku juga tahu dia membutuhkan anaknya, dan anaknya tidak ada di sini. Ketika saya menyadari bahwa dia terlalu sakit untuk memberitahu apakah saya adalah anaknya, tahulah saya, betapa dia membutuhkanku, untuk tinggal menemaninya.” (stc)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: