Lahirnya Peradaban Masyarakat Di Sungai Nil


Sungai Nil (foto google.co.id)

Suluttenggo – Air merupakan bagian terpenting dari sebuah kehidupan, tanpa air yang cukup peradapan/kehidupan masyarakat di dunia sangat sulit untuk diwujudkan.  Saat ini air diibaratkan dengan istilah “emas biru”, mengingat di dunia modern seperti sekarang ini, kebutuhan akan pengadaan air baik untuk air minum, untuk kebutuhan pengairan pertanian maupun industri (daerah perkotaan).

Sebagai salah satu contoh lahirnya sebuah peradaban yang bergantung pada air, dapat kita lihat dari Peradaban lembah sungai Nil yang dibangun oleh masyarakat mesir kuno.  Peradaban lembah sungai Nil di Mesir, Afrika, lahir disebabkan kesuburan tanah disekitar lembah sungai yang diakibatkan oleh banjir yang membawa lumpur. Hal inilah yang menarik perhatian manusia untuk mulai hidup dan membangun peradaban di sana.

Sungai Nil selalu mengalami banjir setiap kurun waktu satu tahun. Luapan banjir tersebut menggenangi daerah di bagian kiri dan kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer.

Lembah sungai Nil yang subur mendorong masyarakat untuk bertani. Air sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air, terusan-terusan dan waduk. Air sungai dialirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Untuk keperluan irigasi dibuatlah organisasi pengairan yang biasanya diketuai oleh para tuan tanah atau golongan feodal. Hasil pertanian Mesir adalah gandum, sekoi atau jamawut dan jelai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung.

Peranan sungai Nil begitu penting bagi lahirnya kehidupan masyarakat di lembah sungai tersebut. Maka tepatlah jika Herodotus menyebutkan “Mesir adalah hadiah sungai Nil” (Egypt is the gift of the Nile)

Sungai nil bukan saja di manfaatkan sebagai daerah pertanian saja, tetapi juga digunakan sebagai wadah/media transportasi.  Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang serta untuk menjual hasil produksi rakyat Mesir, maka dijalinlah hubungan dagang dengan Funisia, Mesopotamia dan Yunani di kawasan Laut Tengah. Peranan sungai Nil adalah sebagai sarana transportasi perdagangan. Banyak perahu-perahu dagang yang melintasi sungai Nil.

Diketahui bahwa Sungai Nil memiliki panjang sejauh 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Laut Tengah. Terdapat empat negara yang dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir.

Di sekeliling lembah sungai adalah gurun. Batas timur adalah gurun Arabia di tepi Laut Merah. Batas selatan terdapat gurun Nubia di Sudan, batas barat adalah gurun Libya. Kemudian batas utara Mesir adalah Laut Tengah. (wikipedia/stc)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: