Empat Kisah di Tiga Tempat Berbeda dalam Satu Perjalanan


Hutan Pinus

1. Di Hutan Pinus
Angin mendesau serupa siulan, gelap mengurung. Kita mencari arah dalam pendaran cahaya lampu senter. Aku memberimu kekuatan lewat genggaman telapak tangan, dan kau memberiku perih yang selalu bertambah dalam. kutuntun langkahmu yang lunta, kau hunjam jantungku yang luka.

2. Di jalan setapak
Basah dan licin yang terlalu, kau bertumpu pada langkahku yang goyah, kau percaya aku tak akan membiarkan kau celaka. Kau diam, percaya kekuatanku cukup untuk kita bagi berdua. Langkahmu ringan sementara bebanku bertamabah besar. Aku diam, kau juga diam, diam yang tentu saja berbeda maknanya. Aku diam karena tak mau semakin terluka dan kau diam sebab tak mau aku salah menduga. Kita terus bergerak turun, meninggalkan puncak yang gagal kita rengkuh. mengapa harus aku yang menuntunmu ke titik awal pendakian kita?

3. Di Base Champ
mulai penuh oleh pendaki yang membatalkan pendakian atau sekedar menunda waktu mencumbui puncak. Aku melindungimu dari gangguan yang mungkin mencuri kesempatan. Pandangan lapar tertuju kepadamu, satu-satunya perempuan di peristirahatan. Aku laki-laki, darahku menggelegak ngeri ketika kau rebah di sampingku. Kau jatuh begitu dalam dalam pelukan tidur yang nyaman, sementara aku harus bergulat hingga pagi, menghempaskan keinginan untuk menjamahmu dengan telak. Tidurlah, engkau terlihat lelah, tak perlu risau soal puncak karena kelak kita bisa mendaki lagi setapak panjang yang baru saja kita turuni itu.

4. Menuju jalan pulang
aku sengaja membiarkanmu berjalan di depan dan meninggalkan langkahku tepat di belakangmu. aku merasa bersalah karena gagal membawamu memetik edelweis yang kujanjikan dan kau tak henti meminta maaf karena kau memberiku pengalaman pertama gagal mendaki hingga puncak. kita sama-sama merasa bersalah meski tak ada yang mempersalahkan. soal edelweis itu tak perlu risau, kelak akan ada seorang yang sanggup membawamu menuju hamparan edelweis yang gersang dan berbatu itu.

by:  Feri IpeNk Suranta Ginting on Friday, September 21, 2012 at 12:32 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: