SBY: Perkuat Ekonomi Domestik Dari Diri Sendiri


Nasional- SBY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ekonomi domestik di tengah krisis.

Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) menyatakan arah perekonomian Indonesia haruslah ditentukan oleh diri sendiri, tidak mengikuti strategi perekonomian negara lain terutama di tengah situasi krisis perekonomian global seperti sekarang ini.

SBY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ekonomi domestik di tengah krisis yang terjadi.

“Kita tidak perlu mengikuti ideologi atau strategi pembangunan ekonomi sejumlah negara termasuk negara tetangga yang biasanya memilih export oriented economy. Saya pikir ini tidak tepat untuk Indonesia karena Indonesia tidak bergantung pada ekspor tapi kontributor lain yang punya potensi besar misalnya investasi dan konsumsi domestik,” ujarnya dalam Peresmian Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang Indonesia 2013 di Jakarta, hari ini.

Di dalam melaksanakan pembangunan nasional, SBY juga mengatakan pentingnya membangun industri dan daya saing serta produktivitas. Dengan industri yang maju, Indonesia takkan gentar menghadapi persaingan menuju Asean Comunity tahun 2013.

SBY juga mengatakan mendorong agar investasi digalakkan di seluruh Indonesia. Pemerintah telah menyusun skema invetasi dengan MP3EI hingga 2025 dengan harapan pembangunan akan lebih merata di seluruh nusantara.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah mendorong usaha mikro, kecil dan menengah yang bisa membangun ekonomi yang pro rakyat. Di hadapan seluruh anggota KADIN, SBY menyatakan harapannya agar kalangan dunia usaha bisa mencipatkan peluang ekonomi di Indonesia.

”Jangan seperti tamu, bersama pemerintah pusat dan daerah terus dengan tekun mencari dan menciptakan peluang,” kata SBY.

Menurut SBY, ada tren perkembangan perekonomian di Indonesia yang memiliki potensi besar. Sesuai dengan studi lembaga internasional terhadap Indonesia, kelompok masyarakat yang mengkonsumsi barang dan jasa mencapai 45 juta dan sebelum tahun 2013 akan menjadi 135 juta.

”Ini suatu potensi besar, karena mereka akan mengkonsumsi lebih banyak lagi barang dan jasa yang diproduksi dunia usaha,” ucapnya.

SBY mendorong para pelaku dunia usaha Indonesia dan juga Kadin untuk menjawab tantangan global dengan mencari peluang bisnis di negara lain. Indonesia, kata SBY, haruslah tidak menjadi ”macan kandang” tapi harus juga berkiprah di dalam perekonomian dunia.

Usaha yang harus dikembangkan saat ini haruslah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat misalnya di dalam bidang makanan dan energi. Seperti diketahui, ketahanan pangan dan energi menjadi isu yang penting untuk mencapai keberlanjutan demi masyarakat.

SBY menyatakan dirinya optimis perekonomian Indonesia bisa lebih ditingkatkan lagi mengingat luasnya potensi yang dimiliki Indonesia. Dirinya pun mendorong para pelaku usaha untuk membawa perekonomian di masa depan dengan menyinggung falsafah yang haruslah seperti lambang negara kita, Burung Garuda.

”Garuda bisa terbang tinggi seperti investasi yang dilakukan oleh dunia usaha utamanya usaha menengah dan besar. Tapi kita tidak hanya memikirkan sang Garuda yang bukan hanya memikirkan dirinya tapi memikirkan anak garuda yang masih kecil berharap mereka tumbuh kokoh dan kuat tinggi,” tutur SBY. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: