Peresmian 7 Proyek Kelistrikan di Sulawesi


Suluttenggo-Dalam rangka mengimbangi pertumbuhan permintaan pasokan listrik yang tinggi maka harus diikuti oleh penambahan kapasitas pembangkit. Untuk itu Pemerintah telah melaunching suatu program terobosan (breakthrough) yang dinamakan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Mengingat hal tersebut, sektor ketenagalistrikan telah memberikan kontribusi dalam penyediaan infrastruktur tenaga listrik khususnya di Koridor Sulawesi.

Hari kamis (7/3), Kedatangan Menteri Energy dan Sumberdaya Minerar (ESDM) Jero Wacik di Sulawesi Utara khususnya Minahasa Selatan dalam rangka meresmikan beroperasinya 7 (Tujuh) proyek pembangkit listrik di Sulawesi Utara yaitu PLTU Amurang (2×25 MW), PLTU Kendari Unit 2 (10 MW), PLTP Lahendong IV (20 MW), PLTMH Tomini II (2×1 MW), PLTS Miangas (85 kWp), PLTS Bunaken (335kWp) serta PLTS Marampit (125 kWp).

PLTU 2 Sulut – Amurang dengan kapasitas 2×25 MW, akan berkontribusi dalam mengurangi konsumsi BBM di sistem Sulawesi Bagian Utara serta memberikan penghematan biaya bahan bakar sekitar Rp. 854 miliar per tahun.

PLTU Kendari Unit 2 dengan kapasitas 10 MW, di mana penyelesaian proyek ini telah berhasil mengurangi konsumsi BBM di Desa Nii Tanasa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara serta memberikan penghematan biaya bahan bakar sekitar Rp. 482 miliar per tahun dan nantinya akan terhubung dengan Sistem Kendari melalui jaringan 150 kV pada tahun ini.

PLTP Lahendong IV dengan kapasitas 20 MW dengan produsen uap PT Pertamina Geothermal Energy merupakan pengembangan pemanfaatan panas bumi di Provinsi Sulawesi Utara, di mana sebelumnya telah beroperasi 3 (tiga) unit PLTP Lahendong dengan kapasitas masing-masing 20 MW. Hal ini menunjukkan komitmen untuk mengurangi penggunaan BBM dan mendorong pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi pembangkit. Dengan beroperasinya PLTP Lahendong IV yang telah terhubung ke Sistem Minahasa 150 kV  ini memberikan penghematan biaya bahan bakar sekitar Rp 840 milyar per tahun.

PLTMH Tomini dengan kapasitas 2×1 MW bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Tomini dan sekitarnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Produksi listrik dari PLTMH Tomini II ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan ketersediaan energi listrik, dan air yang digunakan untuk menggerakkan turbin juga tetap dapat digunakan untuk pertanian. Dengan beroperasinya PLTMH Tomini II ini yang terhubung dengan jaringan distribusi 20 kV memberikan penghematan biaya bahan bakar sekitar Rp 61 milyar per tahun.

Sebagai komitmen Pemerintah dan PT PLN (Persero) dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di pulau-pulau terluar daerah perbatasan serta daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan listrik, maka Pemerintah dan PT PLN (Persero) telah mengalokasikan dana dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan beberapa di antaranya diresmikan pada hari ini, yaitu PLTS Miangas (85 kWp), PLTS Bunaken (335 kWp), dan PLTS Marampit (125 kWp).

PLTS Miangas dengan kapasitas 85 kWp bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Desa Miangas, Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Dengan beroperasinya PLTS Miangas ini memberikan penghematan biaya bahan bakar sekitar Rp 985 juta per tahun.

PLTS Bunaken dengan kapasitas 335 kWp bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Desa Bunaken, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Dengan beroperasinya PLTS Bunaken ini memberikan penghematan biaya bahan bakar sekitar Rp 2,1 milyar per tahun.

PLTS Marampit dengan kapasitas 125 kWp bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Desa Marampit, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Dengan beroperasinya PLTS Marampit ini memberikan penghematan biaya bahan bakar sekitar Rp 722 juta per tahun.

Acara peresmian didampingi oleh Wakil Gubernur, Kapolda SULUT dan Bupati Minahasa Selatan, Serta  GM PT PLN (persero) Suluttenggo dan Dirut PT PLN. Peresmian proyek ini salah satu wujud dari komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat dari tahun ketahun. Prestasi ini diharapkan menjadi contoh bagi proyek-proyek pembangkit listrik lainnya yg tersebar di Indonesia ungkap Wacik. (sj)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: